Saya adalah Orang Berea yang Berbahagia
Pendiri - Saya adalah Orang Berea yang Berbahagia
Sejak saat saya dilahirkan ke dunia ini saya telah mengalami berbagai macam kesukaran. Sering kali saya berada dalam kesukaran yang mengerikan dan hancur terhempaskan antara hidup dan mati. Gambaran mengenai beragam manusia dan berbagai situasi mereka di dalam Alkitab sangat cocok dengan kehidupan saya, saya adalah seorang yang berdosa diantara orang-orang berdosa, seorang yang terkutuk diantara orang-orang yang terkutuk, salah satu dari mereka yang tidak berharga dan diabaikan. Meskipun demikian saya telah menjadi seorang pelayan Tuhan dan sekarang hidup sebagai roh jiwa yang berbahagia kembali. Sekarang saya berkepentingan dan berani untuk menampilkan wajah saya kepada dunia.
Sampai saya berumur sembilan belas tahun, saya menyerahkan diri tak berdaya kepada nasib buruk saya, tetapi semenjak saya menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan, saya membaca dan berulang-ulang membaca Alkitab seakan-akan hidup saya bergantung padanya. Saya bertekun dalam doa dan pekerjaan suka rela, tetapi lingkungan saya yang menyedihkan tetap melingkupi seperti sebuah takdir yang memenjarakan saya dan terus mencobai saya, sampai-sampai konflik ini menjadi terlalu berat untuk saya atasi. Kemudian, pada tanggal 31 Maret 1962, persis setelah pernikahan saya dengan Soon Kang, Allah memanggil saya dan peristiwa itu menyerupai apa yang ada dalam Alkitab dimana Allah hampir saja membunuh Musa; Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." Lalu TUHAN membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu (Keluaran 4:24-26). Semenjak saya bertemu dengan istri saya, roh jiwaku mulai mendapatkan kebahagiaan.
Kesedihan dan sengsara oleh karena konflik dan kekacauan selama 24 tahun sebelumnya telah berakhir, dan roh jiwa saya telah, dan masih, terbakar secara penuh dan menyeluruh dengan sebuah misi yang bahagia. Meskipun saya sekarang semakin bertambah tua, pekerjaan-pekerjaan yang harus saya tuntaskan terus menyambar-nyambar seperti api pada semak belukar yang terbakar. Pekerjaan yang saya telah lakukan semenjak tahun 1962 disebut sebagai "Gerakan Akademi Berea", adalah gerakan untuk kembali kepada Firman Allah. Sebagaimana istilah "Akademi Berea" menandakan, ini adalah gerakan yang memerlukan dua hal yaitu pengajaran dan pembelajaran.
Yesus tidak saja hanya mengatakan, "Percayalah" tetapi juga, "Marilah datang dan belajarlah dari-Ku" kemudian, "Ajarkanlah" dan "Muridkanlah". Lebih lagi, seperti kita telah pelajari melalui Firman Allah "Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah" (Hosea 4:6). Maka iman adalah belajar dan berusaha keras untuk mengetahui dan kemudian mengajarkan demikian, dimana pada akhirnya, melalui proses ini, mengenal Dia (Allah) secara menyeluruh. Inilah dimana kemudian seseorang dapat memegang secara penuh arti dari "dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Yohanes 8:32). Saya dipenuhi kebahagiaan dengan mempelajari dan mengajar, maka saya memilih sebutan "Akademi Berea". Gerakan Akademi Berea ini menghasilkan buah-buah pada saat hal ini disampaikan melalui sebuah tindakan. Bagaimana mungkin hal ini bisa bermanfaat tanpa dipraktekkan? Hanya penerapan Akademi Berea secara praktek nyata saja yang bisa menyukakan Tuhan.
Saya sungguh adalah orang yang berbahagia: Tuhan telah menyingkirkan dosa-dosa saya dan Gerakan Berea yang telah dipercayakan kepada saya adalah keseluruhan dari apa yang sedang saya praktekan dan yang akan saya praktekkan di bumi ini sampai daging dan tubuh saya habis lenyap. Saya ingin supaya dunia mengenal mengenai Nama Tuhan dan juga bahwa saya berbahagia.
Diterjemahkan dari bahasa Korea ke bahasa Inggris oleh Christine R. E. Hong
Institut Penterjemahan Bahasa Inggris untuk Tulisan-tulisan Dr. Ki Dong Kim.
Today’s Bereans 2006 Vol.2 No.2
Diterjemahkan oleh Peter A. Budiono





